picasion gif maker

PROGRAM WAKAF PEMBANGUNAN ASRAMA

BACA SELENGKAPNYA --->>

PROGRAM BEASISWA

BACA SELENGKAPNYA --->>

PROGRAM WAKAF KOLAM IKAN

BACA SELENGKAPNYA --->>

PROGRAM BUSANA TAQWA

BACA SELENGKAPNYA --->>

PROGRAM FOOD ANAK SANTRI

BACA SELENGKAPNYA --->>

PROGRAM WAKAF IKAN

BACA SELENGKAPNYA --->>

PROGRAM WAKAF AL-QUR'AN

BACA SELENGKAPNYA --->>

PROGRAM CERDAS QURBAN

BACA SELENGKAPNYA --->>

PROGRAM CERDAS KOMPUTER

BACA SELENGKAPNYA --->>

BIMBEL DAARUL QUR'AN AL KAUTSAR

BACA SELENGKAPNYA --->>

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kiat Dekat dengan Al-Qur`an

11.33 |



Al-Qur`an tidak cukup hanya untuk dibaca. Sekalipun membacanya saja memperoleh pahala, bahkan dihitung dari setiap hurufnya, keberadaan al-Qur`an bukan sekadar untuk itu. Ia akan menjadi penggugat kita di hadapan Allah SWT (hujjatu ‘alaina) manakala tidak diamalkan isinya.
Karena itu membaca al-Qur`an harus dibarengi dengan memahami maknanya dan mengamalkannya dalam segala aspek kehidupan. Dengan begitu akan muncul pribadi-pribadi yang berkualitas secara lahir dan batin.
Pribadi-pribadi yang berkualitas ini akan membentuk keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah serta masyarakat yang diberkahi oleh Allah SWT. Pada akhirnya, terbangunlah masyarakat yang berperadaban Islam sebagaimana dulu pernah dibangun oleh Rasulullah SAW.
Tak Disyukuri
Namun, realitasnya kini, umat Islam banyak yang tidak menyukuri nikmat al-Qur`an. Kitab ini belum dijadikan resep untuk mengelola kehidupan, tetapi sekadar dijadikan mantra ritual.
Akibatnya, kandungan al-Qur`an tidak berefek pada perubahan pola pikir, sudut pandang, orientasi, dan perilaku kehidupan individu, keluarga, masyarakat, dan negara.
Tidak sedikit umat Islam yang hanya menjadikan al-Qur`an sebatas kekayaan kognitif. Posisinya sama dengan ilmu-ilmu yang lain. Itulah sebabnya, banyak orang yang fasih membaca al-Qur`an, tapi fasih pula mencela saudaranya.
Banyak yang bisa mengkhatamkan al-Qur`an, tapi sering melakukan manipulasi dan kebohongan publik. Banyak yang gemar membaca dan menghapal al-Qur`an, tetapi suka sombong, serakah, dan hasud.
Sungguh memprihatinkan kondisi itu. Meminjam perkataan Muhammad Abduh, seolah-olah kehebatan al-Qur`an tertutup (terhijab) oleh kelemahan dan kekurangan kaum Muslim sendiri.
Perlakuan kita terhadap al-Qur`an inilah penyebab terjadinya krisis multidimensi yang bersifat mikro (‘azamat shughra) dan krisis global (‘azamat kubra). Firman Allah SWT,”Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (Thaha [20]: 124)
Maksud kehidupan sempit dalam ayat ini adalah didera berbagai persoalan dan tidak menemukan jalan keluar. Bisa juga berarti kehidupan yang serba cukup, tetapi semua yang dimiliki justru membuat lubang kehancurannya (istidraj), sehingga dia tidak bisa memaknai dan menikmatinya.
Lima Pola Interaksi
Untuk mengembalikan kita pada pola interaksi yang benar terhadap al-Qur`an sehingga bisa menjadi sumber kekuatan dalam membangun peradaban (iman dan Islam), kiat-kiat berikut sangat perlu diwujudkan.
Pertama, tilawah wa tartil
Bila kita mampu membaca al-Qur`an secara benar (tilawah wa tartil) dan berkesinambungan maka hal itu akan:
1. Menambah iman kepada Allah SWT.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Anfal [8] ayat 2 bahwa orang-orang yang beriman akan bergetar hatinya bila disebut nama Allah SWT, serta bertambah imannya bila dibacakan ayat-ayat-Nya.
2. Mendatangkan petunjuk
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Yunus [10] ayat 57 bahwa al-Qur`an akan menjadi petunjuk dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada, serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
3. Menjadi indikator mutu keimanan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 121 bahwa orang-orang yang beriman, bila diberikan al-Qur`an, akan membacanya dengan benar, tidak merubah, dan tidak mentakwilkan sesuka hatinya.
4. Mendatangkan perkataan yang berbobot
Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam surat Al-Muzzammil [73] ayat 5 bahwa al-Qur`an adalah perkataan yang berat. Maksudnya, perkataan yang bisa melepaskan manusia dari belenggu kesesatan, mencerahkan pikiran dan hati yang kalut, serta merasakan kegembiraan dalam mengelola pasang surut kehidupan.
Kedua, tadabbur
Bila kita bisa merenungkan (mentadabburi) al-Qur`an dengan baik maka akan membuka hati kita untuk menerima petunjuk Allah SWT dan memperoleh pelajaran yang sangat berharga. Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam surat Shad [38] ayat 29. Selain itu, orang yang membaca al-Qur`an tanpa dibarengi dengan tadabbur akan mendatangkan bencana.
Ketiga, hifz
Hifz adalah menghafal al-Qur`an. Al-Qur`an mudah dihafalkan sekalipun bukan orang Arab (‘ajam). Sebab, kata-kata, huruf-huruf, susunan kalimat, gaya bahasanya (uslub)nya, sesuai dengan fitrah manusia. Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam surat Al-Qamar [54] ayat 17, 22, 23, dan 40.
Pada umumnya, orang akan sulit menghafalkan al-Qur`an jika banyak melakukan dosa. Imam Syafii suatu ketika pernah mengadu kepada Waki’ atas kejelekan hafalan al-Qur`annya. “Ia (Waki’) membimbingku agar meninggalkan maksiat. Karena ilmu itu cahaya. Cahaya Allah tiada akan diberikan kepada yang berdosa, ” ujar Imam Syafii.
Selain itu, penghafal al-Qur`an akan terhindar dari kepikunan, dan setelah meninggal jasadnya diharamkan oleh Allah SWT untuk dilukai bumi.
Keempat, ta’lim
Generasi yang dekat dengan Allah SWT adalah generasi yang tidak berhenti belajar dan mengajarkan (ta’lim) al-Qur`an. Firman Allah SWT, “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani (sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah SWT), karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (Ali Imran [3]: 79)
Kelima istima’
Orang yang selalu mendengarkan al-Qur`an (istima’), kata Allah SWT, adalah manusia pilihan-Nya. Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam surat Al-A’raf [7] ayat 203
Selain itu, kegemaran mendengarkan al-Qur`an dan memilah-milah apa yang didengarkannya, menjadi indikator jiwa seseorang yang besar. Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira. Sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” (Az-Zumar [39]: 17-18)
Ingat, kaum Nabi Nuh dihancurkan oleh Allah SWT karena selalu menutup telinganya dari kebenaran.
Wallahu a’lam bish-Shawab. SUARA HIDIAYATULLAH AGUSTUS 2012

Baca Selanjutnya --->>

Ketekunan Adalah kekuatan Anda

23.37 |



Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda , maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap beusaha. Ketekuanan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan  kesulitan. anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti dilangkah pertama. memang semakin banyak hafalan anda , semakin banyak rintangan yang menghadag. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada di posisi sekarang. setiap bertambah hafalan anda akan menaikkan nilai diri anda . apapun yang anda usahakan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda dalam meraih kesuksesan menghafal Al Quran.

Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil. Begitu juga dengan menghafal Al Quran, untuk bisa hafal 30 Juz itu terdiri dari usaha menghafal dari kalimah perkalimah hingga terangkai sempurna satu ayat dan ayat perayat sehingga sempurna 30 juz. Dan langkah pertama keberhsilan harus anda mulai dari rumah anda . Rumah anda yang paling baik adalah hati anda . Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan kembali. Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hatii anda , kemudian pikiran anda dan usaha -usaha anda. Ketekuan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.

Baca Selanjutnya --->>

Tool Kreatif Berfikir dalam Hifzhul Quran

21.48 |



1.      Yakinlah kepada Allah SWT bahwa sesuatu dapat dilakukan. Jika Anda yakin sesuatu dapat dilakukan atas kehendak Allah SWT, pikiran Anda akan mencari cara-cara untuk melakukannya. Yakin akan suatu solusi memudahkan jalan menuju solusi. Hapuskan kata “ tidak mungkin saya hafal Al Quran,” “tidak akan sukses, “tidak ada gunanya menghafal Al Quran” dari pikiran dan kosa
Baca Selanjutnya --->>

Memelihara Bacaan Al Qura'an dalam Setiap Keadaan.

23.14 |

Ketahuilah bahwa membaca alquran adalah bentuk dzikir yang paling utama. Oleh sebab itu , sepantasya dilakukan secara berkesinambungan, tidak ada hari atau malam berlalu tanpa membaca Alquran, dan seseorang sudah mendapat pahala bacaan meski hanya membaca beberapa ayat. Sebagaimana imam nawawi telah meriwayatkan dalam kitab milik Ibnus Sunni dari Anas RA, bahwa Rasulullah saw bersabda:

من قرأ في يوم و ليلة خمسين اية لم يكتب من الغافلين, ومن قرأ مـئة اية كتب من القانتين, ومن قرأ مئـتي اية لم يحاجه القران يوم القيامة, ومن قرأ خمس مئة كتب له قنطار من الأجر

“Barangsiapa yang membaca 50 ayat dalam sehari semalam, maka ia tidak dicatat sebagai orang yang
Baca Selanjutnya --->>

Ketekunan Adalah kekuatan Anda

10.17 |



      Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda , maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap beusaha. Ketekuanan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan  kesulitan. anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti dilangkah pertama. memang semakin
Baca Selanjutnya --->>

Belajar Ihya Ulumuddin Tengah Malam

13.40 |

[Image]
Para pencari ilmu zaman dahulu memiliki semangat tinggi dalam belajar

IMAM ABU FATH AL BAGHDADI adalah seorang ulama madzhab As Syafi’i yang merupakan murid Imam Al Ghazali. Beliau dikenal sebagai ulama yang mensibukkan diri di malam hari dengan ilmu. Sehingga, ketika ada sekelompok pencari ilmu datang untuk meminta waktu belajar Ihya Ulumuddin beliau mengatakan,”Saya tidak ada waktu untuk kalian.”

Akhirnya mereka berusaha memberikan alternatif waktu, namun Imam Abu Fath menyatakan,”Itu waktu saya
Baca Selanjutnya --->>