Tool Kreatif Berfikir dalam Hifzhul Quran

21.48 |



1.      Yakinlah kepada Allah SWT bahwa sesuatu dapat dilakukan. Jika Anda yakin sesuatu dapat dilakukan atas kehendak Allah SWT, pikiran Anda akan mencari cara-cara untuk melakukannya. Yakin akan suatu solusi memudahkan jalan menuju solusi. Hapuskan kata “ tidak mungkin saya hafal Al Quran,” “tidak akan sukses, “tidak ada gunanya menghafal Al Quran” dari pikiran dan kosa
kata pembicaraan Anda.

2.      Jangan biarkan kebiasaan melemahkan pikiran Anda. Bersikaplah menerima gagasan baru. Lakukan eksperimen. Coba pendekatan baru. Bersikaplah progresif dalam semua yang Anda hafalkan dari Al Quran.


3.      Bertanyalah kepada diri sendiri setiap hari, “Bagaimana saya dapat menghafal Al Quran dengan lebih baik?”, “Bagaimana saya dapat muraja’ah dengan lebih istiqamah?” tidak ada batas untuk menghafal Al Quran. Ketika Anda bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana saya dapat belajar/menghafal dengan lebih baik?” jawaban yang tepat pun akan muncul. Cobalah dan lihat hasilnya.

4.      Bertanyalah kepada diri sendiri, “Bagaimana saya dapat menghafal dengan lebih banyak?”. Kapasitas adalah keadaan pikiran. Mengajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri membuat pikiran Anda bekerja mencari jalan pintas yang cerdik. Kombinasi yang berhasil didalam menghafal Al Quran. Hafalkan apa yang Anda hafalkan dari Al Quran dengan lebih baik(perbaiki kualitas hafalan Anda), dan menghafallah dengan lebih banyak apa yang Anda hafalkan dari Al Quran (tingkatkan kuantitas hafalan Al Quran Anda).


5.      Biasakan  membacakan dan mendengarkan Al Quran. Membaca dan dengarkan maka Anda pun akan memperoleh hasil untuk mencapai hafalan yang kuat. Ingat, orang besar memonopoli kegiatan membaca Al Quarn sedangkan orang lain memonopoli kegiatan mendengarkan Al Quran.

6.      Bentangkan pikiran Anda. Dapatkan stimulasi. Bergaul dengan orang yang dapat membantu Anda memikirkan gagasan baru dalam menghafal Al Quran, carabaru menghafalkan Al Quran. Berbaurlah dengan orang dari minat belajar dan mengajar yang berbeda.


0 komentar: