Anak Super Dahsyat Mesir

19.56 |

Salah satu acara Wisata Quran yang dipandu oleh Syeikh Fahd Al Kandari, berkunjung ke Mesir untuk menemui seorang anak yang sangat luar biasa.
Sebagaimana diketahui, melalui program Wisata Quran, Syeikh  Fahd Al Kandari, yang memandu acara ini sering berkeliling ke sejumlah negara muslim untuk menyaksikan dan menemui para tahfidz dan bagaimana pengembangan pengajaran Al-Quran di berbagai negara seperti di Mesir, Tunisia, Senegal, Indonesia, China, Qatar, dan Kuwait.
Program Wisata Quran bergerak menuju kecamatan “Manshiat Nasr”. Sebuah kecamatan yang sederhana dan miskin. Miskin dan sederhana tetapi di dalamnya tinggal seorang anak yang luar biasa, namanya Syarif Sayyid Mustafa, seorang hafidz Al-Qur’an yang masih berusia 12 tahun.
Dia benar-benar anak yang luar biasa, jenius. Kenapa? Karena dia tidak hanya luar biasa dalam Al-Qur’an. Dia juga hafal Al-Qur’an, belajar qiro’ah shugra (bacaan kecil) dan qiro’ah kubra (besar).
Dia memiliki banyak kelebihan. Di antaranya mampu menghafal Kitab Hadits al Bukhari dan Muslim.
“Bi’idznillah (dengan izin Allah) pada pertemuan ini, di mana saya sangat bahagia. Begitu juga kalian bi’idznillah akan bahagia dan mengambil banyak manfaat serta pengaruhnya akan sangat besar terhadap kalian bersama syarif,” demikian kutip Syeikh Fahd Al Kandari.
Inilah petikan wawancara anak luar biasa itu dengan Syeikh Fahd al Kandari.
Syeikh Fahd: Bagaimana kabar Anda, Syeikh Syarif?
Syarif:  Kami lebih bahagia dari kalian. Barakallaahu fiik. Alhamdulillah saya baik
Syeikh Fahd: Bisakah Anda menceritakan nama lengkap Anda?
Syarif: Nama saya Syarif Sayyid Mustafa Hassanin. Dengan karunia Allah, aku memulai perjalanan dengan Al-Quran, yaitu dengan menghafalnya pertama kali.
Pada waktu itu aku masih berumur tiga tahun. Dari usia tiga tahun sampai tujuh setengah tahun, pada waktu itu aku hanya mampu menghafal 4 juz. Setelah itu dari umur tujuh tahun setengah sampai tujuh tahun delapan bulan, yaitu selama tiga bulan, dengan karunia Allah aku telah mengkhatamkan Al Qur’an semuanya.
Syeikh Fahd: Jadi Anda mengkhatamkannya hanya dalam waktu tiga bulan?

Syarif: Iya
Syeikh Fahd: Bagi kita, mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tiga bulan dengan sempurna tentu tidaklah mudah. Contohnya saya, menghahafal Al-Qur’an selama satu tahun tujuh bulan. Semua orang yang menghafal Al-Qur’an menghabiskan waktu dua tahun atau dua setengah tahun akan tetapi Syarif menghafal Al-Qur’an hanya dalam waktu tiga bulan.
Syeikh Fahd: Anda, wahai Syeikh Syarif, mulai menghafal Al-Qur’an sejak usia tiga tahun.
Syarif: Iya
Syeikh Fahd: Dari umur tiga tahun sampai tujuh setengah tahun Anda hanya hafal 4 juz. Ini sangat sedikit.
Syarif: Iya tentu
Syeikh Fahd: Akan tetapi, apa yang terjadi setelah usia tujuh tahun, Anda sangat berbeda dengan watu tiga bulan? Hal itu membuat Anda mampu menghafal Al-Qur’an semuanya. Apa yang terjadi dengan tiga bulan ini?
Syarif: Baarakallaahu fiik. Saya tentu pada awal mulanya karena peran orangtua. Tentu seorang ibu itu membuat anaknya menjadi baik, karena ibu merupakan madrasah (tempat belajar).
Syeikh Fahd: Baarakallaahu fiik
Syarif: Beliau adalah orang yang pertama membimbing saya. Beliau menyemangati saya untuk belajar kepada Syeikh di sekolah Al-Qur’an. Beliau sendirian yang membantu saya, karena aya saya punya bisnis. Jadi ayah saya tidak punya waktu senggang kecuali sedikit. Ayah juga membantu saya, tapi hanya sedikit. Pada suatu malam, di bulan yang keenam, kami ada acara haflah (pesta) di sekolah yang diadakan untuk para siswa penghafal Al-Qur’an yang lulus dari sana.
Tentu saja pada waktu itu saya hanya hafal empat juz dan aku tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan penghargaan. Akan tetapi saya memiliki kemampuan berceramah dan menyampaikan syair. Jadi Syeikh memberiku 22 bait syair lalu berkata kepadaku; ”Kamu punya waktu dua jam sampai nanti selesai jadwal sekolah untuk menghafal. Lalu pulang dan sisanya disempurnakan di rumah bersama ayahmu. Besok datang ke sini kamu harus sudah hafal,” ujar beliau.
Kemudian saya mojok dan menghadapkan wajah saya ke dinding lalu mulai menghafal. Akhirnya aku selesai menghafalannya dalam waaktu setengah jam.
Syeikh Fahd: Dalam setengah jam 22 bait syair?
Syarif: Iya
Syeikh Fahd: MasyaAllah
Syarif: Kemudian saya menghadap Syeikh dan berkata kepadanya, ”Saya sudah selesai menghafal syair itu.” Syeikh berkata kepadaku ”Ttidak mungkin”. Beliau ragu dengan pernyataan saya.
Syeikh Fahd: Sampai beliau menyimak Anda?
Syarif: Iya, sampai beliau menyimak saya membacakan syair itu untuk beliau. Beliau melihat kebaikan pada diri saya. Kemudian beliau mengirim surat kepada ayah saya dan menjelaskan kepadanya, Anakmu telah diberikan suatu kelebihan oleh Allah Ta’ala dan Allah memilihnya dengan kelebihan ini, yang mana kelebihan ini tidak diberikan kepada seseorang atau diberikan kepada sedikit manusia. Dan Allah memilih mereka dengan kelebihan tersebut. Kelebihan tersebut adalah kekuatan dalam menghafal.
Maka perhatikanlah kelebihannya dan kembangkanlah. Sekarang dia mampu menghafalkan sesuatu yang seharusnya dihafal dua jam, dia hafal dalam waktu setengah jam. Sangat mungkin nanti ke depannya, sesuatu yang seharusnya dihafal dalam waktu lama, dia hafal dalam waktu cepat,” demikian ujar beliau.
Syeikh Fahd: Apakah Al-Qur’an lebih mudah daripada syair?
Syarif: Tentu. Allah berfirman:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
”Dan sungguh telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran”. (QS:  Al Qamar [54]: 22). Maka Al Qur’an adalah kitab samawi yang paling mudah.*/video diterjemahkan oleh Jundi Iskandar 
Video bisa klik di sini
Hidayatullah.com

0 komentar: