Ahlu Al Qur`an Ahlu Al Jihad

21.21 |


[Image]

Pada tahun ke 4 Hijriah, sebuah pasukan kecil beranggotakan 70 orang. Mereka semua ahli al-Qur’an diutus Rasulullah untuk mengajar Al Qur`an ke Najd setelah ada permintaan dari Abu Bara`. Namun sesampai di Bi’r Ma’unah kaum musyrik membunuh mereka semua, hanya beberapa dari mereka yang tersisa.

Ahlu Al Qur`an, bukan hanya bertugas mengajar Al Qur`an,tetapi mereka juga merupakan pasukan khusus yang siap berkorban demi mendakwahkan Al Qur`an. Sejarah telah mencatat bahwa para ulama qura` ikut
dalam berbagai pertempuran dan banyak dari mereka yang memperoleh kesyahidan karena dibunuh oleh pasukan kuffar dan ini juga terjadi kepada para qura` besar.

Urutan pertama dari ulama Al Qur`an yang tercantum dalam Thabaqat Al Qura` (1/6) adalah Utsman bin Affan, khalifah ke tiga. Ketika beliau menjabat kekhalifahan, wilayah Khurasan dan Al Maghrib berhasil dikuasai. Beliau sendiri terbunuh syahid pada tahun 35 H.

Di saat para pembunuh masuk ke rumah Utsman, Nailah Binti Al Farafishah mengatakan kepada mereka,”Kalian membunuhnya atau meninggalkanya, beliau tetap sebagai orang yang mengidupkan malam dengan satu rakaat yang terkumpul di dalamnya seluruh Al Qur`an.” (Jamal Al Qura`, 2/108)

Sahabat yang juga memperoleh pengajaran seluruh Al Qur`an dari Rasulullah selain Utsman adalah Ali bin Abi Thalib. Bahkan menurut sabagian ulama, tidak ada yang lebih sempurna bacaan Al Qur`annya daripada Ali bin Abi Thalib. Para ulama bersepakat bahwa Ali bin Abi Thalib juga memperoleh syahid karena dibunuh oleh Ibnu Muljim, pada 17 Ramadhan 40 H. (Thabaqat Al Qura`, 1/1638)

Dalam peperangan Yamamah yang terjadi di masa kekhalifahan Abu Bakr As Shiddiq, para qura` juga ikut serta. Dalam pertempuran melawan Musailamah Al Kadzdzab beserta para pengikutnya itu, banyak ahlu Al Qur`an yang gugur. Sebab itulah Umar bin Al Khathhtab menyarankan kepada Abu Bakr As Shiddiq segera mengumpulkan Al Qur`an.

Juga disebutkan bahwa beberapa ulama Al Qur`an juga terbunuh oleh pasukan kuffar. Diantara mereka adalah Imam Abu Abdullah Al Firisy, yang memperoleh kesyahidan setelah pihak Romawi menguasai Qurthubah (Cordova) pada tahun 633 H. (Ma’rifah Al Qura` Al Kibar 3/1261)

Demikian pula yang terjadi pada Abu Bakr Al Qaisi, ketika Qurthubah dikuasai pihak Romawi ulama yang memiliki periwayatan Al Qur`an ini memilih tinggal di Al Isybiliyah (Sevilla). Namun ketika beliau mengendarai sebuah kapal, pihak Romawi menawan dan menyiksanya hingga wafat pada tahun 643 H. (lihat, Ma’rifah Al Qura’ Al Kibar, 3/1278) *Thoriq/Suara Hidayatullah

0 komentar: