Ahlu Al Qur`an adalah keluarga Allah dan orang khusus-Nya

21.01 |


[Image]Hewan pun Tunduk di Hadapan Pembaca Al Qur`an
Memang, sebagian ulama al-Qur`an menghindari jabatan hakim dan menjauh dari penguasa. Namun ketika terpaksa menduduki jabatan ini, mereka tetap menerapkan keadilan terhadap penguasa. Inilah yang dilakukan Qadhi Majduddin As Syirazi, ulama yang dikenal dengan hafalan al-Qur`an dan tilawahnya.
Sebagian pejabat menentangnya. Qadhi Majduddin tidak gentar dengan perlakukan itu, hingga akhirnya ia ditangkap dan diikat, kemudian dicampakkan di hadapan anjing-anjing buas dan singa. Namun anehnya, binatang-bintang tersebut hanya mendengus tubuhnya, tanpa menyakiti.

Ia juga pernah mencegah rencana penguasa untuk mengepung dan membunuh penduduk Syiraz, karena ada persengketaan di antara mereka. Qadhi Majduddin yang akhirnya turun ke jalan disambut dengan lemparan batu. Semua orang di sekitarnya terkena lemparan batu, namun ia tetap berdiri dan tidak beranjak dari tempat tersebut. Dan tidak ada sebutir batupun yang mengenai atubuhnya.

Kisah dua ulama tersebut menunjukkan kebenaran Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, ”Ahlu Al Qur`an adalah keluarga Allah dan orang khusus-Nya” (Riwayat Hakim, isnadnya hasan)

Imam Murtadha Az Zabidi menyebutkan bahwa yang dimaksud ahlu al-Qur`an di atas adalah mereka yang menghafalkanya dan menjaga keistiqamahan untuk membacanya serta mengamalkan kandungannya. Mereka itulah para wali Allah. *Thoriq/Suara Hidayatullah


0 komentar: